Xiaomi klaim Rugi Rp.15 Trilliun Dalam Laporan Pembukuannya ?

285 views
logo-xiaomi

Cariponsel. Xiaomi yang saat ini dikenal sebagai vendor ponsel murah namun berteknologi high-class, belakangan dikabarkan mengali kerugian yang sangat besar. Hal ini diketahui sekitar sebulan paska pengajuan penawaran umum saham perdana (initial public offering/ IPO), Xioami mengakui alami kerugian keuangan sebesar tujuh miliar yuan atau setara dengan Rp 15,2 triliun pada kuartal pertama 2018.

Pengakuan atas kerugian keuangan ini dinyatakan dalam dokumen setebal 621 halaman yang dipersiapkan untuk IPO. Sebagai informais, pengajuan IPO Xiaomi adalah yang paling besar sejak 2014, setelah Alibaba Group. Saat ini, Xiaomi menargetkan setidaknya 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 139,7 triliun) untuk mencapai valuasi 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.397 triliun). Untuk tambahan informais, dokumen tersebut digunakan untuk mengajukan China Depository Security (CDR) sebagai bagian dari daftar ganda, termasuk setengahnya diincar dari China daratan.

Xiaomi Rugi Meski Pendapatan Naik Hingga Rp 74 Triliun ?

Dalam dokumen tersebut, dilaporkan pendapatan Xiaomi naik ke angka 34 miliar yuan (sekitar Rp 74,2 triliun) pada tiga bulan pertama tahun ini. Seperti dilansir dari Kompas Tekno, Vendor smartphone China ini juga mencatat profit 1.038 miliar yuan (sekitar 2.267 triliun) ketika one-time items tidak disertakan.

On-time items sendiri dimaksudkan sebagai laporan laba-rugi yang tidak berulang dan tidak dianggap sebagai bagian dari operasi bisnis perusahaan. Saat ini, Xiaomi berada di posisi keempat sebagai vendor smartphone dengan pengapalan global terbesar menurut riset dari IDC. Meski begitu, pendapatan utama Xiaomi masih berasal dari negaranya sendiri, walau memang Xiaomi tak bergantung pada pasar China semata.

Xiaomi Jadi Smartphone Nomor 1 Di India

Selain menjadi menjadikan Cina sebagai negara tujuan utamanya dalam pangsa pasar smartphone, ternyata merek Xiaomi juga semakin populer di India dan menjadikannya vendor smartphone dengan pangsa pasar nomor satu. Xiaomi pun percaya diri menyasar pasar Eropa dan AS.

Seperti diberitakan Tech Crunch, pada Kamis (14/6/2018), 30 persen dari IPO Xioami akan semakin menguatkan bendera Xiaomi di kawasan Asia Tenggara, Eropa dan Rusia. Saat ini, Xiaomi mengklaim telah menjual produknya ke 74 negara, termasuk AS di mana Xiaomi menjual aksesori dan item non-smartphone. Tahun 2017, penjualan unit Xiaomi di China mewakili 72 persen. Angka ini menurun dari capaian tahun 2015 dan 2016 yang secara berturut-turut mencapai 94 persen dan 87 persen.

author
Penulis: 

Komentar ditutup.