Tak Mau Kecolongan,  Twitter Akan Pantau Iklan Politik Yang Tampil

148 views

cariponsel. kabar mengenai aturan baru dari Twitter , pihak Twitter memutuskan kebijakan terbaru untuk mengawasi dan mengungkap pembayar iklan-iklan politik di platform mereka, Dilansir CNET, Sabtu (30/6/2018), kebijakan ini diambil menyusul datangnya musim kampanye di Amerika Serikat (AS).

Bruce Falck, selaku General Manager of Revenue Product. Twitter juga akan berusaha menjelaskan pada pengguna terkait alasan mengapa mereka bisa melihat iklan politik tersebut di linimasa.

“Ini akan membuat pengguna bisa mengidentifikasi iklan kampanye politik dengan mudah, serta siapa yang membayar iklan itu, dan apakah iklan itu disetujui oleh kandidat,” tulis Falck.

Lewat portal Ads Transparancy Center yang dibuat Twitter, pengguna bisa menemukan pengiklan di platform mereka. Perhatian lebih juga akan diberikan terhadap pengiklan kampanye politik, Langkah Twitter ini merupakan satu dari rangkaian reformasi yang dilakukan perusahaan teknologi terkait iklan, Salah satunya untuk memastikan tidak ada negara asing yang mencoba menyusup lewat kampanye politik di media sosial, Tidak hanya Twitter, Facebook juga melakukan hal yang sama di platform mereka, termasuk di Instagram.

Google pun mengambil langkah serupa agar masyarakat bisa melihat pengeluaran terkait iklan politik di layanannya seperti YouTube.

Langkah Facebook

Facebook akan melakukan upaya transparansi iklan pada partai politik yang membeli iklan di platform mereka.

Peraturan iklan ini berupa pemberitahuan iklan-iklan mana saja yang ternyata disponsori partai politik di Facebook, meskipun secara eksplisit mungkin tidak membahas politik, “Untuk saat ini, baik itu iklan politik atau bisnis, prinsipnya harus ada informasi dulu mengenai identitas mereka sebelum masuk ke ads manager. Jadi kalau iklan politik, untuk saat ini proses political ads diperlakukan seperti membeli ads pada umumnya, itu kriterianya sama,” ungkap Ruben Hattari, Public Policy Lead Facebook Indonesia.

Dengan adanya transparansi iklan yang dilakukan Facebook, maka pemain politik tidak bisa lagi membeli iklan secara terselubung, “Misal ada partai atau kandidat yang belanja iklan untuk kepentingan politik dan kampanye, itu nanti akan ada tulisan iklan kampanye di atas kanan, dan bila diklik akan terlihat iklan ini dibelanjakan partai apa, kandidatnya siapa, dan pihak tersebut sudah belanja di mana saja dan seperti apa,” terang Ruben.

“Itu penting karena kita tidak ingin platform kami digunakan untuk kepentingan berpolitik dengan tidak selayaknya. Bila mau iklan politik tapi mereka ibaratnya pakai iklan terselubung, kita mencoba menghilangkan hal-hal seperti itu,” tukasnya.

Ruben menyebut peraturan tersebut rencananya akan masuk ke Indonesia pada 2018 ini, meskipun rincian terkait jumlah dana pembelian iklan masih perlu disesuaikan pada konteks negara ini.

Dengan peraturan ini diharapkan pemain politik praktis dapat lebih transparan dalam melakukan kampanye di Facebook.

author
Penulis: 

Komentar ditutup.