Google Ancam Android Tidak Lagi Gratis, Ini Sebab nya

253 views

Cariponsel. kabar mengejutkan datang dari Google, pasalnya baru-baru ini google dikabarkan mendapat sanksi dari pihak Komisi eropa.

Tidak tanggung-tanggung Perusahaan Mesin pencari terbesar didunia tersebut dikabarkan didenda dengan nominal yang fantastis, yakni sebesar 5 Miliar dollar As.

Bagaimana hal ini bisa terjadi dan apakah Pasal yang menyertainya berikut kami coba rangkum untuk teman-teman.

Dianggap me-MONOPOLI Platform Android

Google disebut melakukan monopoli platform Android dalam model bisnisnya. Kabar Penalti yang diterima Google bisa menjadi hal yang kurang menyenangkan Bagi pengguna Smartphone berbasis Android pasalnya.

Dalam postingan blog resmi Google yang ditulis oleh CEO Google, Sundar Pichai secara halus mengancam jika platfom Android bisa jadi tidak gratis seperti saat ini.

kabar yang kurang mengenakkan bagi pengguna Smartphone berbasis android.

CEO Google angkat bicara

sundar pichai

“Selama ini, model bisnis Android tidak membebankan biaya bagi produsen ponsel yang menggunakan teknologi kami, tidak juga bergantung pada model distribusi yang dikontrol ketat,” tulis Pichai.

“Tapi kami khawatir jika keputusan saat ini (didenda Komisi Eropa) akan mengganggu keseimbangan yang kami berlakukan di Android, dan akan menjadi pertanda buruk untuk mendukung kepemilikan sistem platform terbuka,” jelas Pichai.

Pichai menyinggung “keseimbangan” yang merujuk ke model bisnis Android yang terbuka dan gratis. Hal tersebut seakan “mewant-wanti” para produsen ponsel dan pengguna Android soal perubahan model bisnis Android kedepannya.

Skema Bundling

Salah satu dakwaan yang dijatuhkan Komisi Eropa ke Google adalah skema bundling aplikasi pencarian Google dan peramban Chrome milik Google sebagai pre-instal app di ponsel Android.

Dalam model bisnisnya, aplikasi tersebut terpaket dengan Android yang disebut “bebas biaya“. Tanpa menyebut langsung soal itu, Pichai membeberkan fakta jika pengguna Android biasanya akan menginstal sendiri sekitar 50 aplikasi dan menghapus aplikasi pre-instal.

Ia menegaskan jika Google tidak diperbolehkan mem-bundling aplikasi besutannya, maka akan mengacaukan ekosistem Android.

“Jika produsen ponsel dan operator jaringan mobile tidak menyertakan aplikasi kami di perangkat mereka,maka akan mengganggu ekosistem Android,” jelas Pichai

Komisi Eropa menuntut Google mengubah skema bisnisnya terutama soal aplikasi bundling. Namun, tidak pula memberikan solusi bagaimana model bisnis seharusnya yang disarankan.

Omset akan Turun drastis

Jika vendor smartphone atau operator jaringan bisa memasang aplikasi pencarian mereka sendiri ketimbang milik Google, maka pendapatan iklan Google jelas akan terpangkas drastis.

Sebab, mesin pencarian Google masih menjadi sektor utama pendapatan Google. Dilaporkan The Street, pendapatan dari iklan di pencarian mobile tumbuh 26 persen pada kuartal pertama 2018 menghasilkan 22 miliar dollar AS (sekitar Rp 318 triliun).

semoga tidak terjadi hal seperti ini karena akan berakibat Sistem Smartphone berbasis android menjadi tidak Gratis lagi.

author
Penulis: 

Komentar ditutup.