Gila, Kecepatan Transfer Data 5G Sangat mengagumkan, Ini Dia Buktinya

344 views
kecepatan-transfer-data-5g

Cariponsel. Gila, Kecepatan Transfer Data 5G Sangat mengagumkan, Ini Dia Buktinya. Setelah kita menikmati smartphone dengan kualitas jaringan 4G sejak beberapa tahun lalu, kini kita makin dimanjakan dengan kehadiran jaringan 5G.

Jaringan 5G yang sudah rillis di berbagai negara ini menjadi buah bibir lantaran kecepatan transfer data yang dihasilkan sangat mengagumkan. Bahkan dikatakan, falam urusan transfer data, jaringan 5G ini mampu menembus kecepatan hingga 1 Gbps.

Meski begitu, beberapa pendapat mengatakan, meski sudah di depan mata, 5G sebenarnya tidak diperuntukkan untuk manusia. Lantas untuk siapa?

Seperti dikutip dari dekit.net beberapa waktu lalu, dijelaskan oleh Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, bahwa, kecepatan super cepat yang dihadirkan 5G dirasa akan kurang optimal jika cuma digunakan untuk keperluan sehari-hari pengguna, seperti transfer foto, video streaming dan lainnya.

Apabila hanya untuk melakukan kegiatan pengiriman data standar sepertiyang disebutkan diatas, hanya menggunakan jaringan 4G saja diarasa sudah cukup.

“Jadi ke depannya implementasi 5G akan lebih kepada IoT (internet of things), yang dipakai mesin, bukan untuk manusia. Karena kalau speed-nya sudah tembus 1 Gbps itu menikmatinya pun ya begitu-begitu saja, ‘tidak ada gunanya’ kalau cuma untuk menonton video atau membuka foto, tak terasa (kesaktian 5G),” paparnya di sela uji jaringan Telkomsel di Malang.

Pengoptimalan Jaringan 5G untuk Mesin

Pemanfaatan yang hanya dilakaukan untuk pelayanan sehari-hari yang dirasa cukup dengan memanfaatkan jaringan 4G sepertinya memang benar. Pasalnya, masayarakat saat ini memang hanya memanfaatkan internet untuk berbagi foto, sosial media, serta beberapa hal lainnya seperti browsing di internet. Hal ini yang menjadi landasan argumen bahwa teknologi 5G akan lebih optimal digunakan untuk mesin.

Jaringan terbaru ini ditengarai akan bisa mengoptimalkan kinerja dari layanan IoT (internet of things). Benar saja, dikutip masih dari sumber yang sama, teknologi 5G bisa mengoptimalkan serta dipakai untuk menggerakkan robot. Uji coba tersebut dipadukan dengan teknologi augmented reality (AR).

Walau layanan 5G sendiri masih masih belum tersediasecara nyata untuk masyarakat, dan baru sebatas uji coba yang mulai dilakukan para operator telekomunikasi dunia. Dari sisi ketersediaan network juga masih belum siap, termasuk soal handset.

“Waktu di Barcelona (dalam acara Mobile World Conggress 2017) handset 5G itu (sudah dipamerkan) dengan ukuran 0,5×0,5 meter. Begitu pula dengan spektrum belum siap,” tambah Ririek.

Teknologi 5G sudah dipegang Oleh Telkomsel

Dalam hal kepemilikan dan ketersediaa jaringan 5G, Telkomsel sendiri dikatakan sudah melakukan pemanasan jaringan dengan melakukan uji coba akses internet of things (IoT) bersama Huawei. Dalam uji coba yang pernah dilakukan, mereka menerapkan teknologi teknologi 3rd Generation Partnership Project (3GPP), yakni Massive Internet of Things (IoT) dan teknologi Frequency Division Duplexing (FDD), Massive Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO).

Lebih jauh dikatakan, uji coba yang dilakukan adalah menggunakan teknologi radio akses Narrowband IoT (NB-IoT) . Uji coba tersebut dilakukan pada frekuensi 900 MHz dengan metode stand alone sehingga jangkauannya lebih dalam atau lebih luas.

Selain itu, NB-IoT ini merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan perangkat beroperasi hingga 10 tahun tanpa pengisian daya ulang baterai.

Untuk membuktikan kemampuan teknologi NB-IoT ini, Telkomsel dan Huawei mencoba untuk memperagakan Smart Water dan Smart Parking.

Dalam pengujian Smart Water, meteran air mengirimkan data dan diterima oleh platform IoT yang kemudian meneruskannya ke aplikasi mobile secara real time. Lewat aplikasi inilah, pengguna bisa mengetahui ukuran dari meteran air.

Tak hanya Smart Water, Telkomsel juga memberikan demo Smart Parking. Sistem kerjanya adalah melalui sebuah alat yang ditanam di dalam tanah dan tersambung lewat platform IoT. Dengan alat ini, pengelola parkir dan pengunjung bisa mengetahui slot parkir mana yang kosong.

5G Akan Masuk Indonesia Tahun 2020

Terkait dengan waktu dimulainya pelayanan jaringan 5G di Indonesia, pemerintah melalui menteri riset dan teknologi menilai layanan bahwa jaringan ini diproyeksi akan mulai dijajal di Indonesia sejak 2020 mendatang.

Dalam tahap awal, penggunaan jaringan seluler generasi kelima ini menyasar target industri. Sepertinya hal ini dinilai menjadi langkah yang tepat. Hal ini mengingat beberapa sektor industri memang membutuhkan kemapuan super cepat dari kecepatan transfer data yang dimiliki oleh jaringan 5G ini.

Frequensi 5G yang akan digunakan

Berdasarkan World Radiocommunication Conference (WRC), nanti 5G akan menggunakan pita frekuensi tinggi 28 GHz. “Kita akan ikut standar internasional, kalau WRC suruh alokasikan di 28 GHz, kita akan alokasikan di situ yang totalnya ada 2 GHz atau 2.000 Mhz, jauh dari tender yang dilakukan sekarang kan,” ujar Menteri Rudiantara dalam suatu kesempatan berbeda.

Nantinya layanan 5G di spektrum 28 GHz ini hanya bisa diakses di daerah kota, sedangkan untuk kawasan pedesaan atau rural akan menggunakan spektrum 700 MHz yang dipakai untuk persoalan coverage atau jangkauan.

“5G ini cocok untuk industri seperti digunakan di pabrik atau manufaktur, misalnya penggunaan robot karena kecepatan rata-rata 5 Gbps,” tandas pria yang disapa Chief RA ini.

author
Penulis: 

Komentar ditutup.